Pendiri Mozilla ke Jakarta


Mozilla Firefox, peramban (browser) populer di Indonesia, muncul di pasar pada 2004 untuk menantang dominasi Microsoft dengan Internet Explorer-nya. Pendiri dan Ketua Mozilla Mitchell Baker datang ke Jakarta, pada Senin, 27 September 2010 lalu. Seperti dikatakan Mitchell, Indonesia penting karena di sinilah market share Mozilla terbesar di dunia. Inilah wawancara Yahoo! Indonesia selengkapnya dengan Mitchell Baker.

Yahoo! Indonesia (Y!): Bagaimana Mozilla memosisikan dirinya pada Chrome, Safari, dan Internet Explorer? Apa perubahan terbesar sejak Mozilla diluncurkan sampai sekarang?

Mitchell Baker (MB): Satu hal yang berubah adalah kini semakin jelas bahwa peramban (browser) itu penting. Itu sama sekali tidak terasa jelas ketika kami meluncurkan Firefox. Bahwa peramban adalah semacam gerbang ke hal-hal yang tersembunyi di internet. Keadaan juga berubah dengan kami berhasil melakukan apa yang dianggap orang tidak mungkin, dari posisi monopoli Microsoft ke pasar yang kompetitif.

Hal ketiga adalah, pada saat kami mulai, tidak ada yang percaya sebuah organisasi nonprofit bisa menghasilkan produk yang baik. Mungkin tidak banyak diketahui, tapi Mozilla pada intinya adalah sebuah organisasi nonprofit, dengan karakteristik membangun internet yang global, terbuka, dan transparan, dan penting ada peramban yang independen. Yang tidak terikat pada bisnis lain, tidak dibangun untuk memromosikan bisnis lain.

Dan seperti Anda sebut, ada lebih banyak peramban di luaran. Jadi kompetisi itu baik, tidak nyaman, tapi bagus. Saat kami mulai, ada satu perusahaan raksasa, Microsoft. Sekarang kita punya dua, atau jika kita menghitung Safari, tiga perusahaan raksasa saling berperang untuk mengendalikan user experience. Dan Mozilla ada di sana sebagai semacam masukan nirlaba terhadap bagaimana Anda menjelajahi internet.

Yang terjadi sejak era Netscape adalah, ketika sebuah fitur bagus dikembangkan, maka yang lain akan mengadopsinya. Jadi kita akan melihat banyak fitur-fitur bagus datang dari berbagai sumber. Fokus Firefox adalah pada fitur-fitur yang memudahkan bagi individu-individu untuk meningkatkan pengalaman mereka, menyesuaikannya, dan membangun semacam rasa “ini pengalaman saya” di berbagai laman daring untuk berbagai model bisnis. Bagaimana semuanya terintegrasi, itu selalu menjadi fokus buat kami.

Y!: Indonesia kini melompat ke penggunaan internet mobile. Apa yang dilakukan Mozilla untuk memenuhi kebutuhan itu?

MB: Kami punya dua produk yang sudah keluar. Satu adalah Firefox di Nokia N900, satu lagi adalah sebuah aplikasi untuk iPhone. Kami akan punya versi Firefox di platform Android tidak lama lagi, kami akan melihat versi dari developer dalam beberapa bulan. Ada juga pertanyaan akan…misalkan saja Anda punya satu ponsel dan di dalamnya ada sebagian dari data dan informasi, dan ada ponsel kedua, ponsel lama Anda, lalu sebuah laptop. Bagaimana semua informasi dari berbagai tempat berbeda ini bisa diakses, sehingga Anda punya semua informasi ini, gambaran utuh Anda di satu tempat.

Kami belum tahu produk seperti apa yang bisa melakukan ini, tapi itu area yang akan kami fokuskan untuk mencari tahu. Saya pikir Mozilla adalah organisasi yang tepat untuk mencari solusi tentang bagaimana jika kita memiliki bermacam alat atau informasi atau beberapa situs atau bisnis, bagaimana Anda bisa mengatur dan mengintegrasikan (data dari) alat-alat berbeda itu, informasinya ada di satu tempat.

Dan peramban bisa mengatasi itu, dan itulah yang kini masih absen dari mobile, dan butuh perhatian. Dan saya rasa tidak ada orang lain yang akan memberikan perhatian pada itu sebesar yang akan kami lakukan karena kami tidak berusaha menggunakan peramban ini untuk membangun bisnis lain, seperti yang dilakukan semua orang.

Y!: Mozilla berawal dari kebutuhan akan keterbukaan dan transparansi. Sementara kita kini sepertinya bergerak ke arah kepemilikan internet oleh satu entitas raksasa, Google. Apakah dalam kondisi seperti itu, masih mungkin untuk memromosikan keterbukaan?

MB: Saat kami mulai, semuanya dimiliki oleh Microsoft, sampai pada batas tertentu. Tapi sangat sulit membayangkan itu pernah terjadi, sekarang. Jadi banyak orang sudah menyebut, seperti yang Anda lakukan, bahwa Google memiliki segalanya. Tapi kita tidak berada setengahnya dari kondisi Microsoft pada 2000. Jadi, ya, saya pikir masih mungkin untuk memromosikan keterbukaan di depan organisasi raksasa yang memiliki semuanya, karena itulah yang sudah pernah kami lakukan. Tetapi, memang menjadi sangat penting sekarang untuk terus membangun lapisan internet yang terbuka saat organisasi-organisasi lain, Anda menyebut Google tapi bisa ada raksasa lain Facebookyang informasinya belum tersedia ke Google. Jadi mungkin bukan hanya satu, tapi beberapa entitas bisnis besar yang memiliki potongan besar dari internet.

Sehingga tujuan kami, mulai dari peramban, tapi peramban dan produk-produk lain yang terus menawarkan lapisan independen di internet. Tetapi menurut saya, kita akan melihat banyak sekali program-program baru dari berbagai entitas komersial yang berusaha untuk merenggut ruang-ruang atau pemikiran dan menyebutnya sebagai milik mereka. Dan itulah, saya rasa, tantangan untuk internet dan web. Seberapa banyak independensi yang kamu, sebagai pengguna internet, akan miliki dalam setahun, dua atau tiga tahun ke depan? Akankah kita tetap memiliki kemandirian atau kita mundur lagi ke kondisi saat kamu menerima saja apa yang diberikan?

Y!: Apa model bisnis Mozilla?

MB: Sebagian besar dari penghasilan kami datang dari produk, yaitu Firefox, dari fitur pencarian dan iklan lewat pencarian, seperti sebagian besar pendukung web lainnya. Sebagai organisasi nonprofit, kami punya berbagai upaya penggalangan dana untuk proyek-proyek tertentu, seperti membantu orang dengan disabilitas penglihatan untuk menggunakan web secara setara. Tapi seperti saya bilang, sebagian besar penghasilan datang dari pencarian. Dan sebagian besar penghasilan pencarian datang dari Google. Kami menyukai model ini karena orang suka pencarian dan mereka menggunakannya, dan mereka memilih untuk menggunakan iklan-iklan itu dan menyukainya, dan kami sama sekali tidak harus mengubah produk kami.

Y!: Apakah Mozilla hanya akan berfokus pada peramban?

MB: Jawabannya ya dan tidak, karena tergantung pada apa yang Anda maksud dengan peramban. Kami tidak akan memiliki berbagai macam produk berbeda. Dulu kami ditanya, apakah Mozilla akan mengeluarkan instant messaging, dan sekarang orang bertanya apakah kami akan membuat semacam jejaring sosial. Produk-produk jawaban seperti itu, mungkin tidak.

Tetapi pandangan akan seperti apa peramban di masa depan, harus menjadi apa di era berikutnya, kami memandangnya lebih luas dari kebanyakan orang. Jadi kami akan berfokus pada aplikasi dan platform yang memungkinkan ekosistem itu untuk tumbuh. Kami melihat peramban sebagai satu hal yang menunjukkan web pada Anda, dari dulunya sekumpulan tombol, kini peramban mengumpulkan berbagai informasi tentang Anda yang membuat hidup lebih mudah. Tetapi peramban seharusnya menjadi satu hal yang mewakili Anda di mana saja.

Jadi jawaban untuk pertanyaan Anda, tidak. Karena bagi Firefox, memiliki berbagai macam layanan pada satu alat yang tidak berbicara pada satu sama lain tidak akan cukup untuk kehidupan sekarang.

Firefox 4 akan memiliki layanan pertama kami untuk mem-backup dan menyinkronkan semua informasi di peramban dan menjadikannya milik Anda, personalisasi, dantapi Anda akan mendapatkannya lewat Firefox. Jadi itu jawaban ya dan tidak, kan?

Y!: Peramban jadi perwakilan masing-masing pengguna dan mengandung preferensi pribadi. Bagaimana Anda melihat debat tentang privasi di internet sekarang?

MB: Dalam fitur sinkronisasi kami, data-data itu akan terenkripsi sebelum sampai pada kami. Jadi kami tidak dapat melihat data Anda. Dan inilah salah satu keputusan yang bisa kami ambil karena kami nonprofit. Orang bilang pada kami, Data ini akan susah di-monetisasi karena kalian tidak tahu apa isinya, dan kami bilang, ya, itu intinya. Untuk menjual atau berbagi data, Anda kan harus berbagi data dan bukan versi enkripsi dari data itu. Tapi versi enkripsi dari data ini adalah cara kami untuk bilang, mungkin Anda ingin memberi tahu kami apa data itu, bagus, tapi itu keputusan Anda. Tapi jika history Anda tak ingin Anda bagi ke kami, silakan saja.

Y!: Apakah model bisnis Mozilla itu dapat ditiru?

MB: Saya tidak tahu. Mungkin itu akan berhasil dengan volume yang tinggi. Sekitar 400 juta orang menggunakan Firefox dan dengan sebanyak itu orang menggunakan produk Anda, maka ada berbagai macam kesempatan untuk mencari penghasilan. Kuncinya adalah untuk mendapat pemasukan dengan cara-cara yang disukai oleh pengguna Anda. Itu yang sulit.

Tetapi, tidak sulit mendapat pemasukan. Dan lagi, kami menolak kesempatan-kesempatan pemasukan yang kami tidak yakin akan disukai pengguna kami. Dan itu sebabnya sebagian besar uang kami muncul dari pencarian karena orang menyukainya. Tetapi untuk mencapai jumlah pengguna seperti itu tidak mudah. Jadi saya tidak tahu apakah model bisnis ini bisa ditiru.

Ide untuk punya misi kebaikan publik seperti yang dilakukan Mozilla, dan menggunakan pasar untuk memenuhi misi itu seperti yang kami lakukan menggunakan produk, Firefox, yang dapat menggerakkan misi ini, dan menawarkannya ke pasar, dan bersaing. Jadi itu adalah kombinasi keuntungan sosial lewat mekanisme pasar, ada beberapa organisasi yang melakukannya dan, bagian itu, jelas bisa ditiru. Tapi itu bukan model yang spesifik pada Mozilla.

One Response

  1. […] Pendiri Mozilla ke Jakarta […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: